JAKARTA — Pasukan Amerika Serikat (AS) telah memulai penarikan terakhir mereka dari pangkalan-pangkalan militer yang tersisa di seluruh Irak. Hal ini memicu pertanyaan mengenai pengaturan keamanan di masa depan, lebih dari dua dekade setelah invasi AS.
Pemerintahan Trump melaksanakan penarikan ini — yang disepakati pada 2024 di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden — meskipun terjadi konfrontasi regional yang terus berlangsung antara Washington dan Teheran.
Lebih dari 4.500 personel militer Amerika tewas selama dua dekade invasi di negara tersebut.
Dilansir dari TRT, pasukan AS memasuki Irak dalam perang yang dipimpin AS pada tahun 2003 dan bertahan selama beberapa tahun untuk menjalankan operasi kontrapemberontakan sebelum akhirnya menarik diri pada akhir tahun 2011.
Pasukan kembali kurang dari tiga tahun kemudian untuk mendukung militer Irak dalam kampanye melumpuhkan Daesh antara tahun 2014 dan 2017.
Jumlah korban jiwa di Irak kira-kira dua kali lipat dari jumlah korban di Afghanistan, yang berakhir dengan penarikan pasukan yang kacau pada tahun 2021.
(Rahman Asmardika)