JAKARTA - Gunung Ibu di Maluku Utara mengalami erupsi pada Sabtu (10/10/2026) pukul 23.08 WIT. Erupsi tersebut melontarkan abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.
“Telah terjadi erupsi Gunung Ibu, Maluku Utara pada tanggal 10 Oktober 2026 pukul 23:08 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1.825 m di atas permukaan laut),” demikian laporan Pos Pengamatan Gunung Ibu yang diterbitkan melalui laman Magma Indonesia.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 40 detik. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur laut, timur, dan tenggara,” tulis laporan tersebut.
Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Ibu serta pengunjung atau wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut juga berlaku pada perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Kedua, apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta pelindung mata berupa kacamata.
Ketiga, seluruh pihak diminta menjaga kondusivitas masyarakat, tidak menyebarkan berita bohong, dan tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan pemerintah daerah.
Keempat, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas gunung tersebut.
Masyarakat dan instansi terkait dapat memantau perkembangan aktivitas serta rekomendasi Gunung Ibu melalui aplikasi Magma Indonesia, situs resmi Magma Indonesia, dan kanal media sosial PVMBG.
(Awaludin)