RIYADH — Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa sebuah proyektil jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangan milisi Houthi terhadap bandara internasional Riyadh yang menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, memaksa operasional bandara tersebut ditangguhkan.
Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengumumkan insiden di dekat bandara Dammam tersebut melalui platform X, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai korban jiwa maupun kerusakan.
"Sebuah proyektil jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam," tulisnya, sebagaimana dilansir TRT.
Bandara Internasional King Fahd, yang terletak di Wilayah Timur Arab Saudi, telah menjadi alternatif penting bagi bandara Riyadh menyusul serangkaian serangan terhadap ibu kota tersebut.
Milisi Houthi telah mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar Bandara Internasional King Khalid serta bandara-bandara Saudi lainnya dalam beberapa hari terakhir.
Kelompok militan yang berafiliasi dengan Iran ini telah melancarkan gelombang serangan berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kerajaan tersebut—dengan target bandara, fasilitas minyak, dan kapal tanker Saudi—sejak gencatan senjata dalam perang berkepanjangan melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional itu gagal pada bulan Juli.
Yaman telah dilanda perang sejak milisi Houthi merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi pada bulan September 2014, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Saudi pada bulan Maret 2015 demi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
(Rahman Asmardika)