Serangan Houthi Tak Berhenti, Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2026 20:05 WIB
Asap mengepul dari Bandara King Khalid Riyadh menyusul serangan Houthi pada 11 Oktober 2026.
Share :

RIYADH - Arab Saudi mengumumkan perpanjangan penangguhan operasional di bandara utama ibu kota, Riyadh, setelah serangkaian serangan oleh kelompok milisi Houthi menyasar lokasi tersebut. Serangan yang masih terus berlanjut memaksa sejumlah maskapai menghentikan penerbangan ke Arab Saudi.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (12/10/2026), Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) menyatakan bahwa penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid diperpanjang guna merampungkan prosedur yang diperlukan untuk memastikan keamanan fasilitas bandara serta kesiapan operasionalnya.

Keputusan ini diambil menyusul sejumlah serangan terhadap bandara tersebut selama akhir pekan.

Arab Saudi memperpanjang penutupan bandara hingga pukul 21.00 GMT pada 17 Oktober, demikian disampaikan Flightradar24 melalui platform X, seraya menambahkan bahwa penutupan tersebut berdampak pada hampir 700 penerbangan setiap harinya.

Secara terpisah, Gulf Air mengumumkan pembatalan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 17 Oktober.

Kejahatan Perang

Pada Minggu (11/10/2026) sore, sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara, menewaskan seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya, menurut pihak berwenang Arab Saudi. Koalisi pimpinan Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara tersebut.

 

Sehari sebelumnya, pada Sabtu (10/10/2026), serangan milisi Houthi menghantam terminal penumpang di bandara itu, menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya, menurut pihak berwenang Arab Saudi.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi sebagai pelaku serangan Sabtu tersebut dan menyebut tindakan itu sebagai "kejahatan perang nyata."

Serangan-serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman, di mana bandara serta berbagai fasilitas sipil dan energi menjadi sasaran dalam beberapa hari terakhir.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya