RIYADH — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh melaporkan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dalam insiden serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), serangan yang dilancarkan milisi Houthi tersebut mengakibatkan 12 korban meninggal dunia, termasuk 4 warga Arab Saudi dan 8 warga negara asing (WNA), yang terdiri dari 2 WN Bangladesh serta masing-masing 1 warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Selain itu, terdapat 309 korban luka-luka yang saat ini tengah mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
KBRI Riyadh terus berkomunikasi dengan otoritas setempat dan melakukan pemantauan lapangan untuk memverifikasi ada atau tidaknya WNI di antara korban luka, demikian disampaikan kedutaan dalam keterangan pers, Minggu (11/10/2026).
Mencermati perkembangan situasi keamanan tersebut, KBRI Riyadh mengimbau WNI, khususnya di wilayah Riyadh, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan tidak esensial, serta menghindari area rawan seperti kawasan Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya.
Bagi WNI yang akan melakukan perjalanan dari atau menuju Arab Saudi, disarankan untuk mengonfirmasi ulang status penerbangannya kepada pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara. Selain itu, seluruh WNI diminta tetap tenang, mematuhi petunjuk otoritas setempat, serta memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.
KBRI Riyadh memastikan seluruh layanan diplomatik dan pelindungan WNI tetap beroperasi secara normal. Bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi darurat dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.