Mengintip Tradisi Pembaretan Prajurit Komando Korpasgat, Pasukan Elite TNI AU yang Mematikan

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 05:00 WIB
Mengintip Tradisi Pembaretan Prajurit Komando Korpasgat/PenKorpasgat
Share :

JAKARTA  - Sebanyak 436 prajurit Komando angkatan ke-50 (A-50) resmi mengenakan baret jingga dan menjadi bagian dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) usai menepuh pendidikan pasukan komando. Korpasgat merupakan pasukan elite TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Tradisi pembaretan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korpasgat (Kaskorpasgat) Marsda TNI Anis Nurwahyudi di tengah deburan ombak Pantai Santolo,  Garut, Jawa Barat.

Pembaretan ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan melewati pendidikan komando yang menuntut ketangguhan fisik, mental, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

Baret jingga yang dikenakan merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, disiplin, ketahanan fisik, kekuatan mental, serta semangat pantang menyerah yang telah ditempa selama pendidikan.

“Jadilah prajurit Komando Korpasgat yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan satuan maupun masyarakat. Pertahankan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” tegas Panglima Korpasgat, dikutip, Selasa (13/10/2026).

Ratusan prajurit yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama itu telah menjalani rangkaian Pendidikan Komando A-50 sejak Mei 2026. Dalam pendidikan tersebut, Letda Pas M. Rifky Said dari Mako Korpasgat meraih predikat lulusan terbaik.

Rangkaian tradisi pembaretan berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, ditandai dengan penyematan baret jingga dan brevet Komando kepada para prajurit yang telah menempuh pendidikan.

 

Profil Korpasgat

Korpasgat merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI Angkatan Udara. Korpasgat merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat.

Setiap prajuritnya harus memiliki kualifikasi para komando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya.

Korpasgat mempunyai ciri khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan khusus TNI lainnya, yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U), merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya