Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas RSUD Brebes dalam menangani berbagai penyakit serius. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis lanjutan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Harapan saya, warga Brebes yang sakit berat tidak perlu lagi dirujuk jauh,” ujar Paramitha.
Program pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD sebelumnya disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato pengantar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 di Gedung DPR, Jakarta, pada 14 Agustus 2026.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menekankan pentingnya penguatan rumah sakit daerah agar mampu menangani penyakit prioritas, seperti kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Program itu juga diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, sehingga masyarakat tidak perlu pergi ke kota besar demi mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
Meski telah masuk dalam daftar calon penerima, usulan revitalisasi RSUD Brebes masih menunggu keputusan Kemenkes. Pemkab Brebes kini melengkapi sejumlah dokumen persyaratan, antara lain surat usulan, sertifikat tanah, kerangka acuan kerja, dan data ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Jika disetujui, pembangunan gedung layanan medis terpadu tersebut direncanakan dimulai pada 2027.
Selain menyiapkan lokasi pembangunan, Pemkab Brebes juga merencanakan pemindahan SD Negeri 1 Brebes ke salah satu gedung milik pemerintah kabupaten. Langkah tersebut diperlukan karena halaman sekolah akan digunakan untuk pembangunan gedung baru RSUD.
Paramitha memastikan proses pemindahan tidak mengabaikan kegiatan belajar mengajar para siswa.
“Anak-anak tetap belajar. Mohon doanya, semoga berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.
(Awaludin)