Hamdan Zoelva: Syarikat Islam Hidupkan Kembali Api Perjuangan HOS Cokroaminoto!

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Senin 19 Oktober 2026 14:58 WIB
Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva/Okezone
Share :

SURABAYA –  Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa sosialisme Islam atau sosialisme berketuhanan harus tetap menjadi landasan perjuangan organisasi dalam membangun ekonomi kebangsaan dan kerakyatan.

“Gagasan sosialisme Islam yang diwariskan HOS Cokroaminoto kembali ditegaskan sebagai salah satu pijakan perjuangan Syarikat Islam di abad ke-2,” ujarnya saat Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jatim Expo, Surabaya, dikutip, Senin (19/10/2026).

Mantan Ketua MK ini menekankan, gagasan tersebut bukan sekadar bagian dari sejarah SI, melainkan ideologi perjuangan yang harus terus dikontekstualisasikan dengan persoalan bangsa Indonesia hari ini.

Karena itu, dakwah ekonomi yang menjadi tema Kongres ke-42 tidak diposisikan semata-mata sebagai program pemberdayaan ekonomi umat, tetapi sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan masyarakat yang mandiri, adil dan berdaulat.

Hamdan mengingatkan, sejak awal kelahirannya, Syarikat Islam memang tumbuh dari keresahan terhadap ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan yang dialami kaum pribumi.

“Gerakan tersebut berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan Haji Samanhudi bersama kalangan pedagang dan pengusaha pribumi di Laweyan, Surakarta,” ujarnya.

Bagi Hamdan, pilihan perjuangan melalui ekonomi bukanlah kebetulan. Kemiskinan dan ketergantungan ekonomi pada masa kolonial telah menjadi sumber berbagai persoalan sosial, mulai dari kebodohan, keterbelakangan hingga hilangnya rasa percaya diri masyarakat pribumi.

“Perlawanan dimulai dari gerakan memperbaiki ekonomi rakyat, karena di bidang itulah sumber masalah yang menyebabkan kita dijajah,” kata Hamdan.

Hamdan juga menghubungkan sosialisme Islam dengan gagasan pendidikan HOS Cokroaminoto. Konsep Muslim Nationale Onderwijs yang dirumuskan Cokroaminoto pada 1925, menurutnya, menunjukkan bahwa perjuangan membangun masyarakat merdeka tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan.

“Pendidikan harus mempertemukan ilmu agama dengan sains, teknologi, engineering dan matematika,” ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya