DEPOK – PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga kini belum menepati janji untuk memperbaiki lima rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang rusak dan dirawat di Dipo Ratu Jaya, Depok. Hingga hari kelima perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) masih terganggu. Padahal, informasi PT KAI, perbaikan KRL akan selesai pada hari ini, Jumat (17/12/2010).
Belum normalnya jadwal perjalanan KRL ternyata berbanding terbalik dengan pendapatan di Stasiun Depok Baru. Pada hari pertama saja, penjualan tiket KRL Eskpres melonjak tajam hingga Rp72 juta. Ini dikarenakan peralihan penumpang KRL Ekomoni ke KRL Ekpres. Dari data yang dimiliki Kepala Stasiun Depok Baru, Nasrudin, penjualan tiket KRL Ekpres hingga kemarin juga mengalami kenaikan sebesar 12 persen.
“Jumlah penumpang KRL Ekpres di Stasiun Depok Baru menembus angka 3.819 orang. Artinya, pendapatan mencapai Rp34.371.000,- sedangkan normalnya hanya Rp31 juta saja. Atau hanya 3.500 tiket saja yang terjual. Kalau untuk KRL AC ekonomi penjualannya stabil, sekitar 3.600 tiket. Atau sekitar Rp 20juta/hari,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/12/10).
Sementara itu untuk penumpang KRL Ekonomi, kata dia, justru mengalami penurunan hingga 2.300 orang atau 30 persen. Sebelum perbaikan, jumlah penumpang mencapai 7.000 orang atau mencapai Rp 12 juta, dan sekarang hanya 5.700 orang saja atau Rp8juta.“Turunnya sampai Rp4 juta semenjak perbaikan. Ini karena sebagian penumpang memilih alternatif lain. Seperti angkutan umum, dan sebagian lagi memilih menggunakan KRL Ekpres,” tandasnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.