TUNIS - Pejabat sementara Presiden Tunisia mengambil alih kekuasaan ditengah kekacauan politik yang terjadi di negaranya. Sebelumnya mantan diktator Zine El Abidine Ben Ali yang telah berkuasa selama 23 tahun, kehilangan jabatan di hari Sabtu 15 Januari.
Sejak Jumat 14 Januari, Tunisia menetapkan keadaan status darurat di sekitar Ibukota Tunis. Ini dilakukan setelah serangkaian aksi penjarahan dan rumah yang ada di Tunis. Warga yang melakukan kerusuhan juga membakar stasiun kereta api utama di kota tersebut.
Tampak prajurit dan tank diturunkan di sekitar wilayah Tunis yang ditugaskan untuk menjaga warga agar mengarah kepada perbuatan kerusuhan.
Sementara setelah diambil sumpahnya untuk mengganti Ben Ali, Ketua Parlemen Tunisia Fouef Mebazza menjajikan adanya sistem politik yang lebih terbuka.
"Kini seluruh rakyat Tunisia tanpa kecuali dapat mengambil bagian dalam kegiatan politik nasional," ungkap Mebazza seperti dikutip AFP, Minggu (16/1/2011).
"Bersatunya elemen pemerintahan amat diperlukan guna membentuk tujuan nasional yang lebih kuat," lanjut Mebazza.
Pihak Dewan Konstitusional Tunisia juga mendeklarasikan pemilihan presiden akan berlangsung dalam waktu dua bulan kedepan.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari