Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Krisis Libya

NATO Kembali Serang Tripoli

Fajar Nugraha , Jurnalis-Rabu, 25 Mei 2011 |18:14 WIB
NATO Kembali Serang Tripoli
Serangan NATO di Libya (Foto: AP)
A
A
A

TRIPOLI - North Atlantic Treaty Organization (NATO) kembali melancarkan serangan udaranya ke Ibu Kota Tripoli, Libya hari ini. Enam suara ledakan kembali terdengar dalam jangka waktu 10 menit di Tripoli.


Serangan ini dilancarkan 24 jam setelah serangkaian serangan yang dilakukan di kompleks perumahan milik pemimpin Libya Muammar Khadafi. Serangan itu menewaskan 19 orang dan televisi setempat langsung menuduh pihak asing berada di balik serangan ini. Demikian diberitakan Reuters, Rabu (25/5/2011).

Sementara belum diketahui jumlah korban akibat serangan terbaru di Tripoli ini. Meski suara ledakan lancang terdengar, belum jelas laporan dari kerusakan serangan tersebut. 

Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan bahwa serangan bom dari NATO terus mengalami peningkatan. Dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan tujuan utama dari serangan yakni melengserkan kekuasaan Khadafi dapat segera terwujud.

Prancis, Inggris dan Amerika Serikat (AS) bersama-sama memimpin serangan udara yang dimulai sejak 19 Maret lalu. Serangan ini sejalan dengan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi warga sipil Libya dari serangan pasukan loyalis Khadafi.

Ketiga negara ini bersikeras untuk terus melakukan serangan hingga Khadafi lengser dari kekuasaannya yang sudah berlangsung selama  41 tahun. Prancis dan Inggris berencana untuk menurunkan helikopter tempur yang mereka miliki guna mendukung operasi militer NATO. 

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement