Penjahat Perang Bosnia Dianggap Ganggu Pengadilan

Fajar Nugraha, Okezone · Senin 04 Juli 2011 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 04 414 475842 fMB6FoLozf.jpg Ratko Mladic marah-marah (Foto: AFP)

DEN HAAG - Penjahat perang Bosnia Ratko Mladic membuat ricuh pengadilan khusus perang Yugoslavia hari ini. Dirinya menolak mengajukan tanggapan atas 11 tuduhan kejahatan yang diarahkan pada dirinya.

Kondisi ini memaksa hakim mengeluarkan tanggapan atas nama Mladic. Hakim pun beranggapan bahwa Mladic mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan kepada dirinya. 

Pengadilan yang akhirnya membuat pria mantan komandan pasukan Kroasia tersebut muncul ke publik ini, seharusnya dijadwalkan untuk mendengar pembelaannya. Namun pada akhirnya, Mladic justru membuat keributan di dalam ruang pengadilan di Den Haag, Belanda.

Hakim pun menyuruhnya untuk keluar dari ruang pengadilan.  Mladic pun justru meneriakan cacian kepada pembelanya yang telah dipilih PBB. "Kalian ini memaksakan pembelaan saya, pengadilan macam apa ini," teriak Mladic di ruang pengadilan seperti dikutip Associated Press, Senin (4/7/2011).

Hakim Alphons Orie yang memimpin pengadilan pun tak luput dari caci maki Mladic. Namun meski Hakim Orie memerintahkan untuk tenang, pria berusia 66 tahun tetap tidak berhenti meracau. 

Mladic memang mengancam untuk memboikot pengadilan dengar tuntutan. Rencana boikot tersebut dilayangkannya karena pihak pengadilan belum juga menyediakan pengacara Serbia dan Rusia untuk mendampinginya. Namun hal tersebut menurut Hakim Orie adalah ketentuan pengadilan, bukan dari Mladic yang untuk diperbolehkan memilih pengacara.

Beberapa korban kekejaman Mladic yang turut menghadiri pengadilan menilai menyadari sikap dari pria yang terakhir berpangkat jenderal tersebut. 

"Dia menunjukan sifatnya yang asli. Jelas dirinya tidak menunjukan rasa penyesalan dan tidak menginginkan adanya keadilan bagi para korban," ucap Hatidia Mehmedovic, korban yang selamat dari pembantaian di Sebrenica.

Mladic memang dianggap sebagai otak pembantaian selama perang Bosnia pada 1992-95 silam. Dirinya dianggap sebagai pelaku genosida saat masih menjabat sebagai petinggi militer Serbia. Ia dinilai bertanggungjawab atas tewas delapan ribu pria dewasa dan anak-anak Muslim Serbia.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini