JAKARTA - PT Pertamina mendukung penuh upaya pengusutan ledakan yang terjadi di Stasiun Pengisian bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Sisingamaraja, Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dua orang tewas dan delapan lainnya kritis dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu petang kemarin itu.
“Pertamina mendukung sepenuhnya penyelidikan kasus terbakarnya SPBU ini kepada pihak berwajib untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut,” ujar Wianda Pusponegoro, Manajer Media PT Pertamina kepada okezone, Senin (19/9/2011).
Musibah kebakaran tersebut menyebabkan SPBU 14.214.280 tidak dapat beroperasi seperti biasa untuk masa yang belum ditentukan.
Wianda memastikan kejadian tersebut tidak berpengaruh kepada stok BBM untuk Kabupaten Labuhanbatu. “Kebutuhan BBM untuk masyarakat tetap dapat terpenuhi melalui pelayanan delapan SPBU lain di Labuhanbatu dan sekitarnya,” sambung Wianda.
Secara internal, lanjut dia, Pertamina sudah menetapkan langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di masa datang.
Seperti diketahui, tangki bawah tanah tempat penyimpanan premium SPBU 14.214.280 meledak kemarin. Ledakan juga menyebabkan empat pompa pengisian bahan bakar terangkat ke atas permukaan tanah.
Tangki penyimpanan minyak dan dua unit truk pengangkut tabung gas serta satu unit mobil pribadi juga ikut terbakar dalam insiden ini.
Sementara dua korban tewas adalah pekerja SPBU, yaitu Sudarno (31) dan Andika (28). Sudarno tewas di lokasi setelah saat dia mengisi bahan bakar ke sebuah mobil. Sementara Andika tewas setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Rantau Prapat.
Delapan korban luka juga dirawat di RSU Rantau Prapat, Siti Safira (27), Risma, Legiman, Ida Maryani (22), Ridho, Ahmad Sarian (29), Apri (8), dan Depri (15).
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.