Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perempuan Asal Jabar Paling Banyak Jadi Korban Trafficking

Iman Herdiana , Jurnalis-Senin, 14 November 2011 |17:49 WIB
Perempuan Asal Jabar Paling Banyak Jadi Korban <i>Trafficking</i>
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

BANDUNG - Jawa Barat menjadi daerah yang paling banyak menjadi sasaran praktik perdagangan manusia (human trafficking). Korbannya sebagian besar adalah perempuan. Mereka dipaksa menjadi pelacur di tempat-tempat prostitusi yang tersebar di Indonesia.
 
"Korban trafficking Jabar 99 persen perempuan. Paling tinggi dari Indramayu dan Bandung," kata National Project Coordinator Labour Migran and Counter Trafficking Unit Indonesia International Organization of Migrant (IOM), Nurul Qoiriah, di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Senin (14/11/2011).
 
Saat ini, IOM mencatat korban trafficking asal Jabar sebanyak 920 orang. Tiga daerah di Jabar yang masyarakatnya paling banyak menjadi korban trafficking yakni Indramayu sebanyak 170 orang, Bandung 138 orang, dan Subang 97 orang.
 
Nurul menyebutkan, awalnya para korban trafficking berniat untuk bekerja, umumnya sebagai pembantu rumah tangga. Tujuan kerja mereka mereka adalah Malaysia, Arab Saudi, dan Jepang. Sedangkan tujuan domestiknya adalah Riau, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat. Namun ketika tiba di tujuan, mereka ternyata dipaksa menjadi pekerja seks komersial.
 
Salah satu solusi untuk mengatasi praktik trafficking tersebut, jelas Nurul, adalah dengan pendidikan. Misalnya, dengan mengintensifkan keterlibatan guru bimbingan penyuluhan di sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan bahaya trafficking.
 
"Berdasarkan survei, pengetahuan dasar tentang trafficking selama ini selalu diasosiasikan dengan TKI. Untuk itu perlu pencegahan melalui pendidikan, yakni dengan sosialisasi dan kampanye yang melibatkan guru BP dan osis," ujarnya.
 
Berdasarkan data IOM, provinsi kedua di Indonesia yang masyarakatnya terbanyak menjadi korban trafficking adalah Kalimantan Barat sebanyak 722 orang. Disusul Jawa Timur sebanyak 478 orang.
 
Sementara data nasional, IOM mencatat ada 3.943 kasus trafficking. Dengan rincian, korban wanita sebanyak 3.559 orang, laki-laki 384 orang, dan anak-anak 923 orang.(afr)

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement