Penahanan Miranda Diumumkan Sore Ini

Mustholih, Okezone · Jum'at 01 Juni 2012 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 01 339 639775 KokgFHEeH8.jpg Miranda S Goeltom (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Rencana penahanan terhadap tersangka suap cek pelawat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004, Miranda Swaray Goeltom, akan diumumkan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sore ini.

Juru bicara KPK, Johan Budi, mengatakan lembaganya memang berencana menahan Miranda hari ini. "Miranda rencananya akan ditahan hari ini. Nanti sore pimpinan KPK akan menggelar konferensi persnya," kata Johan Budi di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (1/6/2012).

Namun, Johan Budi buru-buru menegaskan hingga saat ini KPK belum mengeluarkan keputusan resmi tentang penahanan Miranda. "Untuk menahan Miranda harus ada proses-proses yang dilalui. Sampai saat ini Miranda masih menjalani pemeriksaan," terang Johan.

Miranda sendiri dijerat pasal 5 ayat 1 huruf b dan pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto dan atau pasal 55 ayat 1 dan ayat 2 KUHP. Dia dianggap membantu terpidana suap cek pelawat, Nunun Nurbaetie, menyuap sejumlah Politisi Senayan untuk memenangkan dirinya sebagai DGS Bank Indonesia.

Namun, Pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, membenarkan Miranda akan ditahan setelah menjalani pemeriksaan. Busyro mengatakan Miranda akan ditempatkan di Rumah Tahanan KPK. "Iya. Miranda akan ditahan hari ini. Surat penahanannya sudah ditandatangani hari ini. Miranda ditahan di Rutan KPK," kata Busyro dalam pesan singkatnya hari ini.

Jejak ratusan cek pelawat pemilihan DGS Bank Indonesia memang tergolong rumit. Bermula dari Direktur PT Wahana Esa Sejati, Ahmad Hakim Safari alias Arie Malangjudo, cek mengalir ke senayan melalui tangan Dudhie Makmun Murod(angota Fraksi PDI Perjuangan), Endien Soefihara (Fraksi PPP), Hamka Yandhu (Fraksi Golongan Karya), dan Udju Djuhaeri (Fraksi TNI/ Polri).

Arie malangjudo mengaku menyebar cek pelawat berdasarkan perintah Nunun Nurbaetie. Tujuannya adalah mengarahkan suara masing-masing fraksi untuk memenangkan Miranda Goeltom sebagai DGS Bank Indonesia 2004.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini