Arie Malangjudo Mangkir dari Sidang Miranda Goeltom

Bagus Santosa, Okezone · Rabu 29 Agustus 2012 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 29 339 682093 cHpGfiTE91.jpg Miranda Goeltom (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Sidang lanjutan perkara suap cek pelawat dengan terdakwa Miranda Swaray Goeltom digelar tanpa Arie Malangjudo.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta ini mengegendakan pemeriksaan saksi dan rencananya akan mengkonfrontir saksi Arie Malangjudo dengan beberapa saksi lainnya yang merupakan anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004. Namun, kandas lantaran saksi Arie Malangjudo tidak hadir di sidang yang digelar hari ini.

"Arie Malangjudo meminta konfrontir tidak dilakukan pada sidang Rabu ini. Yang bersangkutan meminta dijadwalkan dalam sidang berikutnya," kata Ketua Tim JPU, Supardi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

Oleh karena itu, lanjut Supardi, saksi-saksi lainnya, seperti Hamka Yandhu, Agus Condro yang lainnya juga tidak dipanggil untuk hadir dalam sidang hari ini. Tetapi, akan dipanggil dalam sidang ke depan.

Sidang hari ini pun dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan tiga orang saksi yang merupakan anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004, yaitu Endin J Soefihara dari fraksi PPP, Paskah Suzetta dari fraksi Golkar dan Dhudie Makmun Murod dari fraksi PDI-P.

Pada sidang sebelumnya, pihak penasehat hukum Miranda meminta supaya saksi Arie Malangjudo dikonfrontir dengan saksi-saksi lainnya. Pasalnya dari keterangan yang disampaikan Arie seputar pemberian cek pelawat berbeda dengan mayoritas keterangan saksi lainnya.

Permintaan konfrontir ini juga telah dikabulkan Majelis Hakim Tipikor yang dipimpin oleh Gusrizal. Dengan pertimbangan, konfrontir dilakukan setelah semua keterangan saksi didengarkan dalam sidang.

Seperti diketahui, Miranda S Gultom terancam hukuman maksimal lima tahun penjara karena dinyatakan terbukti bersama-sama terdakwa Nunun Nurbaetie memberikan traveller's cheque (TC) atau cek pelawat Bank International Indonesia (BII) senilai Rp 20,850 miliar kepada sejumlah anggota DPR RI periode 1999-2004. Pemberian traveller's cheque (TC) ini dilakukan karena berhubungan dengan pemilihan terdakwa selaku DGS BI tahun 2004 agar terpilih sebagai DGS BI.

Dalam sidang sebelumnya, Miranda didakwa dengan dakwaan pertama karena melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang memberi suap.

Dakwaan kedua, Miranda dinilai melanggar Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang memberi hadiah. Dalam dakwaan kesatu dan kedua ini Miranda ditempatkan sebagai pelaku yang turut serta.

Sementara, dakwaan ketiga, Miranda dinilai melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP. Dakwaan terakhir, Miranda dinilai melanggar Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP. Dua dakwaan ini menyatakan Miranda sebagai penganjur tindak pidana.

 

"Menganjurkan Nunun untuk melakukan perbuatan memberikan travel check senilai Rp20,850 miliar melalui Arie Malangjudo kepada penyelanggara negara," jelas jaksa Supardi dalam sidang yang digelar, Selasa 24 Juli 2012.

Dari empat dakwaan tersebut, Miranda terancam dipidana dengan hukuman penjara paling lama lima tahun. Wanita yang kini berusia 62 tahun ini juga terancam diganjar hukuman denda paling banyak Rp250 juta.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini