BK DPR Segera Putuskan Nasib Panda Nababan

Tegar Arief Fadly, Okezone · Selasa 05 Juni 2012 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 05 339 642043 ph3griPlfo.jpg

JAKARTA - Meski sudah bebas bersyarat, namun Panda Nababan belum bisa kembali menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Terpidana kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI itu masih harus menunggu putusan Badan Kehormatan DPR.

 

Ketua BK DPR, M. Prakosa mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti status keanggotaan Panda di DPR.

 

"Panda Nababan dalam waktu dekat ada keputusan. Hukum tetap harus menindaklanjuti. Kita melihat bahwa ini kan domainnya BK, sehingga BK harus menindaklanjuti ini," ujar Prakosa kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (05/06/2012).

 

Lebih lanjut, Prakosa menjelaskan bahwa dalam pengambilan keputusan untuk pemberian sanksi terhadap Panda Nababan, BK akan menggunakan acuan atau dasar seperti yang terkandung dalam undang-undang MPR/DPR/DPD/DPRD (MD3).

 

"Kalau kita melihat bahwa keputusan yang dicari yang terbaik. Ini dalam UU MD3, berkekuatan hukum tetap akan diberhentikan. BK itu sesuai dengan MD3 selain itu juga Tatib (tata tertib)," papar Prakosa.

 

BK DPR pada Selasa, 28 Februari 2012 lalu, memberhentikan sementara Panda Nababan karena berstatus terpidana perkara suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

 

Panda divonis hukuman 17 bulan dan denda sebesar Rp150 juta subsidair 3 bulan oleh Pengadilan Tipikor pada Rabu 22 Juni 2011. Dia dinilai bersalah menerima suap cek pelawat di pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom, periode 2004-2009. Politisi PDI Perjuangan ini dianggap melanggar pasal 11 UU tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

 

Beberapa pekan lalu, Panda mendapatkan pembebasan bersyarat karena telah menjalani dua per tiga masa tahanan.

 

Pengacara Panda Nababan, Juniver Girsang mengatakan, kliennya belum bisa menerima vonis bersalah yang dijatuhkan kepadanya. Panda pun berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan kasasi Mahkamah Agung.

 

"Kita sedang persiapkan materi untuk siapkan PK. Makanya Panda itu ajukan pembebasan bersyarat supaya bebas. Kalau di LP dia enggak bebas," ujarnya beberapa waktu lalu.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini