Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hartati Murdaya Didesak Mundur dari Jabatan Ketua Walubi

Mustholih , Jurnalis-Senin, 30 Juli 2012 |15:48 WIB
Hartati Murdaya Didesak Mundur dari Jabatan Ketua Walubi
dokumentasi okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Bos PT Hardaya Inti Plantations, Siti Hartati Tjakra Murdaya alias Hartati Murdaya, didesak mundur dari jabatan Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) akibat terseret kasus suap Bupati Buol, Sulawesi Tengah.  
Hartati dinilai telah telah mencemarkan nama Walubi akibat kasus dugaan penyuapan Rp3 miliar dari perusahannya, PT Hardaya Inti Plantations terhadap Amran Batalipu untuk menerbitkan surat Hak Guna Usaha perkebunan kepala sawit di Buol, Sulawesi Tengah.
 
"Kami merasa kecewa dengan Hartati, lantaran sebagai pengusaha yang disebut sebut terlibat kasus korupsi Buol itu, masih menjabat sebagai Ketua Umum Walubi," kata juru bicara Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), Lieus Sungkharisma, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2012).
 
Menurut Lieus, Hartati telah menjadikan Walubi seperti grup bisnisnya yang lain, yakni Cipta Cakra Murdaya (CCM). Dengan menggunakan Walubi, kata Lieus, Hartati telah mempengaruhi secara negatif ubat Budha.
 
"Saya punya bukti waktu menteri sekretariat Negara dijabat Alm. Moerdiono. Dia kirim surat terkait umat Budha pakai kertas berkop CCM,"terang dia.
 
Selain itu, kata Lieus, Hartati juga dinilai menggunakan Walubi demi kepentingan bisnis dan politik tertentu. "Sekarang dia ngaak malu pakai baju seragam Demokrat, bahkan berkampanye atas nama Walubi," terang Aktivis tahun 1998 ini.
 
Saat ini, Hartati sedang menjalani pemeriksaan intensif soal suap Bupati Buol di Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia menjalani pemeriksaan yang kedua kali sebagai saksi direktur PT Hardaya, Gondo Sudjono. Jumat pekan lalu, Hartati juga diperiksa KPK untuk kasus dan status yang sama.
 
Namun, dukungan terhadap Hartati juga muncul. Aliansi Kepedulian Rakyat Untuk Bangsa (AKRAB) menilai Hartati merupakan pribadi bersih. Aliansi itu menilai Hartati hanyalah korban pemerasan Bupati Buol.
 
“Kami ingin tunjukan bahwa Hartati bukan tukan suap, tapi dia adalah korban pemerasan,“ kata koordinator AKRAB, Ruwandi dalam orasinya di KPK, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2012).
 

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement