Share

Air Tanah di Marunda Tercemar Oli Beracun

Awaludin, Okezone · Selasa 19 Agustus 2014 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 19 500 1026665 bFeHokioS0.jpg Penampungan oli bekas di Marunda (Foto: Awal/Okezone)

JAKARTA - Air tanah di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara tercemar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa oli bekas yang dikelola oleh beberapa perusahaan.

 

Menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidup Daerah Jakarta Utara, Mudarisin penampungan oli tersebut bisa merusak air tanah di kawasan Marunda, dikarenakan penampungan oli tersebut tidak dilapisi oleh beton.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

 

"Lantainya seharusnya dilapisi oleh beton, agar kalau ada tumpahan limbah tidak meresap ke tanah, jadi bisa merusak air tanah," ujar Mudarisin kepada wartawan dilokasi, Selasa (19/8/2014).

 

Madrusin mengatakan, sejatinya penampungan oli bekas diperbolehkan selama mengantongi izin dan Analisi Dampak Lingkungan (AMDAL). Sementara perusahaan-perusahaan ini tidak mengantongi izin.

 

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menggerebek lokasi tempat penampungan, dan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tanpa izin berupa oli bekas, dikawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

 

Tempat tersebut menampung oli bekas dari kapal-kapal yang beroperasi diwilayah Tanjung Priok, dan ada 5 perusahaan yang mengelola tempat ini, yaitu PT HB yang dikelola oleh MB, PT PM dikelola oleh AB alias WW, PT GB dikelola oleh P. Kemudian PT BS dikelola oleh AS, dan PT JY yang dikelola oleh S.

 

Lalu, modus para pengusaha tersebut yaitu membeli oli bekas dari kapal laut dan ditampung di tangki-tangki, lalu menjualnya ke pabrik di daerah Jakarta, Sukabumi, dan Bogor untuk bahan bakar tungku atau perapian proses produksi.

 

Berdasarkan hasil laboratorium Mabes Polri, dan saksi ahli Subdit Limbah B3 Kementrian Lingkungan Hidup, oli bekas tersebut tidak memenuhi standart keamanan. Dilokasi petugas telah menyita sejumlah barang bukti seperti 9 tangki penyimpanan berkapasitas 16.000 liter, 11 kontainer berkapasitas 48.000 liter, empat mesin pompa, satu mobil truk, 25 drum bekas, dan oli bekas beracun sekitar 190.000 liter.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini