Mami D Patok Tarif 'Anak Asuhnya' Rp1,5-Rp3 Juta

Nurul Arifin, Okezone · Selasa 09 September 2014 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 09 519 1036525 sG9nhGIlcX.jpg Mami D diapit petugas kepolisian di Mapolretasbes Surabaya (Nurul Arifin/Okezone)

SURABAYA - Tersangka prostitusi via grup Blacberry Massenger (BBM), Mami D, mematok tarif Rp1,5 sampai Rp3 juta kepada calon pelanggan yang ingin kencan dengan anak asuhnya. Tarif tersebut untuk pembayaran sekali kencan.

Tiga bulan menggeluti bisnis haram itu, Mami D berhasil mengumpulkan 20 anak asuh. Polisi menduga calon pelanggannya tidak hanya dari Surabaya tapi juga dari daerah lain di Jawa Timur.

"Kalau shortime sekitar Rp1,5 juta, tapi kalau longtime harga bisa Rp3 juta. Prostitusi ini tergolong premium karena di atas Rp1 Juta," katanya Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono, Selasa (9/9/2014).

Dengan tarif sebesar itu, polisi menduga pelanggan Mami D adalah pria hidung belang berkantong tebal. Pengakuan Mami D, status sosial pelanggannya bervariasi, mulai dari pengusaha, pejabat hingga pegawai negeri sipil (PNS).

Tiap transaksi, Mami D dapat jatah 30 persen dari harga yang disepakati. Selama ini, perempuan 25 tahun warga Tandes, Surabaya tersebut bekerja seorang diri mencari pelanggan.

"Dia beroprasi sendirian menggunakan grup di BBM (Blackberry Messenger). Dari situlah ia kemudian menemukan banyak pelanggan. Kepada pemesannnya diberikan foto-foto anak buahnya. Deal bertemu setelah calon pelanggan mentransfer uang muka," terangnya.

Kepada penyidik, Mami D mengaku, tiap harinya selalu saja ada pelanggan yang membutuhkan service anak buahnya. Minimal, sehari satu pelanggan. Mami D berdalih menggeluti bisnis prostitusi lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

"Pengakuannya dia tulang punggung keluarga. Mencari nafkah sendirian untuk keluarga," pungkas Sumaryono.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini