Polisi Dalami Kemungkinan 'Anak Asuh' Mami D dari Dolly

Nurul Arifin, Okezone · Rabu 10 September 2014 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 10 519 1036890 Ri6K5KTtRg.jpg Mami D diapit petugas kepolisian di Mapolretasbes Surabaya (Nurul Arifin/Okezone)

SURABAYA - Penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak diduga menjadi salah satu penyebab munculnya prostitusi online di Surabaya, Jawa Timur. Terbaru, polisi menangkap perempuan 24 tahun berinisial DS alias Mami D yang diduga menjalankan bisnis haram tersebut.

"Terkait penutupan Dolly masih kami selidiki. Apakah ada kaitannya atau tidak, yang jelas dengan penangkapan ini akan dilakukan pengembangan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumariyono di Surabaya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memeriksa 'anak asuh' Mami D. Selama tiga bulan beroperasi, Mami D memiliki 20 anak asuh yang siap dijajakan ke pria hidung belang. "Penyidik akan memeriksa perempuan yang dijajakan oleh DS," pungkasnya.

Seperti diberitakan, polisi menangkap Mami D di sebuah hotel di Surabaya saat bertransaksi dengan calon pelanggannya. Dia memasang tarif anak asuhnya Rp1,5 juta sampai Rp3 juta untuk sekali kencan.

Polrestabes Surabaya sebelumnya juga membongkar prostitusi online yang digawangi oleh perempuan bernama Keyko. Tak tanggung-tanggung, Keyko memiliki 2.600 pekerja seks komersil (PSK) di seluruh Indonesia.

Dalam menjalankan bisnis esek-esek itu, Keyko hanya mengandalkan komunikasi dengan calon pelanggan melalui fasilitas Blackberry Messenger (BBM) di smart phone. Modus ini juga digunakan oleh Mami D.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini