Sebelumnya, Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan penggunaan seragam loreng merugikan Korps Brimob. Alasannya, loreng begitu identik dengan seragam militer.
Penggunaan seragam loreng, menurut Neta, menunjukan Polri belum bisa sepenuhnya lepas dari sifat militeristik.
Pernyataan tersebut disampaikan Neta pasca penyerangan yang dilakukan aparat TNI ke Markas Brimob Polda Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.
Neta juga menduga penggunaan seragam baru tersebut sebagai salah satu pemicu konflik yang menewaskan satu orang prajurit TNI tersebut.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.