Rofik menyayangkan berhentinya proyek tersebut. Selain dianggap tidak mampu menahan luapan banjir ketika musim hujan, kawasan permukiman warga juga terlihat kumuh dan gersang. Sebab gundukan lumpur setinggi satu-dua meter menghiasi areal waduk.
"Di sini langganan banjir, awal tahun lalu saja banjir sampai lutut orang dewasa atau setinggi 30-50 centimeter," kata Rofik saat ditemui di rumahnya pada Senin (24/11/14).
Rofik mengaku pesimis waduk yang ada di depan rumahnya itu akan selesai sesuai target pemerintah yakni tahun 2015. Sebab selama delapan bulan dikeruk, kedalaman waduk baru mencapai 1,5 meter atau masih jauh dari harapan sedalam enam meter.
Senada dikatakan Fitri (29), teronggoknya tiga unit ekskavator di tepi waduk kerap dijadikan lahan bermain oleh anak-anak. Padahal alat berat itu bisa membahayakan keselamatan mereka.
"Semenjak proyek mangkrak, anak-anak jadi sering main di pinggir waduk dan main di ekskavator. Kami sebagai orangtua merasa khawatir kalau mereka main di sana," jelas Fitri.