Konser tersebut menargetkan kurang lebih 400 pengunjung dari berbagai kalangan termasuk siswa-siswi JIS, orangtua murid dan pengunjung lainnya. Konser ini akan menyuguhkan 18 penampilan dari lima sekolah termasuk JIS, Mentari, Raffles, BSJ (British School Jakarta) dan Sekolah Pelita Harapan.
Konser amal ini juga didukung oleh beberapa organisasi sosial yang berkaitan dengan hak asasi manusia, termasuk Rumah Faye, Save The Children dan Aksi-2015.
Presiden FACT CLUB, Beatrice Louise Tan, yang juga menjabat sebagai Presiden Tolong Anak-Anak (TAA), mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian dan partisipasi siswa-siswi JIS untuk memerangi perdagangan manusia serta meningkatkan aktivitas sosial dalam berbagai club dan proyek sosial yang terdapat di JIS.
Dalam satu tahun terakhir, FACT CLUB telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perdagangan manusia. Beatrice mengatakan, siswa di JIS diajarkan untuk peka terhadap permasalahan sosial di lingkungan sekitar, salah satunya tingginya angka perdagangan manusia di Indonesia, terutama wanita dan anak-anak.
"Sebagai generasi muda, kami sangat percaya anak merupakan aspek penting dalam mendorong kemajuan bangsa. Oleh karena itu kita harus melindungi anak-anak, terutama mereka yang telah menjadi korban dengan menumbuhkan kembali harapan dan mimpi-mimpi mereka,” tutur Beatrice. (fmi)
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.