BANTUL - Dua pelaku penyekapan serta penyiksaan sadis terhadap siswi SMA di Yogyakarta berinisial LA (18) menyerahkan diri ke Mapolres Bantul dengan diantar oleh orangtua masing-masing.
Keduanya adalah WL warga Jetis, Kota Yogyakarta dan PP, warga Kasihan, Bantul. Lalu apa alasan dua pelajar SMA itu ikut menyekap dan menyiksa LA, bersama tujuh pelaku lainnya yang juga masih berstatus pelajar?
PP mengaku ikut serta lantaran dendam dengan LA, karena pernah mempermalukannya di depan umum. Saat itu, LA melemparkan makanan ke arahnya. "Dia bikin saya malu. Dia juga pernah memukuli saya," ujar PP di Mapolres Bantul, Rabu (18/2/2015).
Saat LA disekap di sebuah rumah kos di kawasan Bangunharjo, Sewon, Bantul pada Kamis 12 Februari, PP ikut memukul dan beberapa kali menyudut badan korban dengan rokok. Dia berdalih, aksinya itu karena LA pernah mencuri handphone.
"Dia (LA) juga bukan wanita baik. Saya pernah dipukulinya," tegasnya.
Sementara itu, WL mengaku hanya ikut memukuli korban tidak sampai menyulut rokok ke tubuh perempuan tersebut. "Saya hanya memukul tidak menyundutkan rokok," katanya.