The Sydney Morning Herald (Australia) dan The Daily News (Amerika Serikat) merupakan media online terbanyak yang membicarakan mengenai hukuman mati secara keseluruhan. Sepanjang kurun waktu yang sama, lanjut Rustika, terdapat dua negara dengan ekspos hukuman mati yang tertinggi yakni Perancis dan Inggris.
Sejumlah tokoh internasional menolak pemberian hukuman mati. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Presiden Brasil Dilma Rousseff, Raja Belanda Willem-Alexander, Pemerintah Filipina, dan Nigeria.
"Intensitas penolakan hukuman mati terus meningkat dalam skala internasional. Sejumlah petinggi negara-negara di Eropa menunjukkan keprihatinannya,” ungkap Rustika.
Sementara itu, proses hukuman mati yang terkait dengan dua warga negara Australia memperoleh porsi pemberitaan yang cukup besar, yakni 45 persen dari seluruh media tersebut, atau sedikitnya 158 media internasional berbahasa Inggris memberitakannya.
“Khusus mengenai persepsi media asing pada eksekusi dua warga negara asing Australia tersebut menimbulkan gejolak hubungan bilateral Indonesia- Australia,” ujar Rustika.