Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepenggal Kisah Danau Kenanga di Kampus UI

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Sabtu, 28 Maret 2015 |06:02 WIB
Sepenggal Kisah Danau Kenanga di Kampus UI
sepenggal kisah Danau Kenanga di Kampus UI (Foto: Marieska/Okezone)
A
A
A

DEPOK - Asri, sejuk, dan hijau. Kiranya itulah yang tergambar saat singgah di Danau Kenanga, Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Semilir angin yang berhembus membuat danau seluas 2,8 hektare ini semakin teduh.

Tak jarang dari enam danau yang dimiliki UI, Danau Kenanga adalah yang sering dijadikan ruang publik. UI memiliki enam danau selain Kenanga, yakni Agathis, Mahoni, Puspa, Ulin, dan Salam.

Danau ini selalu ramai ketika wisuda setiap dua kali dalam setahun. Tentu saja, letak yang berdampingan dengan Gedung Balairung membuat danau ini menjadi lokasi paling indah untuk berfoto. Ditambah lagi pemandangan perpustakaan cantik di sekeliling danau.

Jika tak ada kegiatan, sejauh mata memandang dapat terlihat warga bebas berlalu lalang meski hanya sekadar berolah raga di jalan setapak, kumpul keluarga, bersepeda, bersantai, berbincang, memancing, berjualan, hingga pacaran.

Tak jarang pula sepasang muda mudi yang mencari wisata murah duduk di danau ini, baik duduk diatas rumput, ataupun di kursi dari batang pohon yang tersedia sambil memandangi matahari terbenam.

"Biasanya banyak orang yang lagi mancing sampingnya pasti perempuan. Sambil ngobrol, sambil pacaran. Ada juga tukang somay mancing dan berdagang di danau," kata salah seorang mahasiswi UI, Widya kepada Okezone, Jumat (27/3/2015).

Banyak pula pelajar berseragam duduk berpacaran atau hanya sekadar selfie. Ada pula para ABG nongkrong di tepi danau. Sebenarnya sudah ada papan larangan memancing, namun karena ketiadaan pagar pembatas, membuat aturan tersebut dilanggar.

Baru-baru ini, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di danau tersebut. Belum lagi sejumlah peristiwa pemancing tersambar petir, ataupun peristiwa tenggelam.

Karena letaknya yang berdekatan dengan lingkungan masyarakat Kukusan, Beji, membuat UI begitu terbuka untuk umum. Warga bebas berlalu-lalang masuk dari banyak pintu di sejumlah sudut kampus.

"Satpam konsen berjaga di gedung dan fasilitas. Di Balairung kalau malam dua orang, masjid dua orang, perpustakaan lima orang. Kami jaga di Balairung, Rektorat, Perpustakaan satu wilayah itu," kata Koordinator Satpam UI, Suryanto.

Suryanto menambahkan, Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan setapak juga memadai untuk menghindari bahaya kriminalitas. "Kami pasti dengar kalau ada teriakan atau orang minta tolong, karena satu wilayah dengan danau itu. Senjata kami kan memang hanya pentungan dan senter," ungkapnya.

Kepala Kantor Komunikasi UI, Rifelly Dewi Astuti menegaskan, seluruh pengamanan saat ini berfungsi dengan baik, disertai koordinasi yang cepat dengan pos polisi Sektor Beji di lingkungan kampus.

Pihaknya berencana menambah CCTV di area Balairung dan danau sebagai respons kejadian kriminalitas yang kerap mengintai.

"Gedung di sini ada semua CCTV-nya, aktivitas CCTV di gedung berfungsi baik demi keamanan dan keselamatan, Kami juga fungsikan terus koordinasi Gedung PLK keamanan dengan Polsek Beji. Kita akan tambah CCTV," tegas Rifelly.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement