JAKARTA - Beberapa hari ini publik dihebohkan dengan sebuah video tentang sikap kurang etis seorang anggota polisi di youtube. Dalam video tersebut terlihat anggota polisi berinisial M berpangkat Brigadir mengucapkan kata-kata kotor kepada supir dan penumpang bus Transjakarta pada Selasa 24 Maret 2015, di sekitar Plasa Semanggi.
Demi mencari akar persoalaan Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan pendalaman dan investigasi atas insiden tersebut.
Berikut klarifikasi TMC Polda Metro Jaya yang diunggah di media sosial facebook pada Sabtu (28/3/2015):
Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan pendalaman dan investigasi terhadap pihak-pihak terkait guna menciptakan informasi yang lebih akurat, tepat dan sesuai data fakta kejadian di lapangan.
Waktu kejadian, pada hari Selasa 24 Maret 2015 pukul 15.14 WIB, ketika itu Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya atas nama Aipda K dan Brigadir M sedang melaksanakan rekayasa arus lalu lintas di Kawasan Semanggi, kami menyebutnya Pos 6-2 Flores. Saat itu seperti biasa Kawasan Semanggi sangat padat sehingga Polri memberlakukan buka tutup arus lalu lintas. Buka tutup arus lalu lintas adalah memberlakukan arus secara bergantian dari arah Tomang menuju Cawang dan Senayan menuju Cawang (arah ke bawah).
Ketika anggota kami sedang merekayasa lalu lintas, tiba-tiba ada Pengendara sepeda motor Honda Supra datang menghampiri petugas dan memalangkan motornya di jalur Transjakarta, lantas orang tersebut turun dari kendaraan dan membuka helm serta berkata “Pak tolong saya Pak… saya hampir diserempet busway itu… saya bisa mati Pak!!” Lalu orang tersebut mengatakan “Saya anggota Polri juga Pak”.
Tak lama kemudian Bus Transjakarta yang dimaksud pengendara tersebut datang dan berhenti tepat di depan Brigadir K. Lalu terjadi cekcok mulut antara Pemotor dan Pengemudi Bus Transjakarta. Kemudian Aipda K berusaha melerai sedangkan Brigadir M menghampiri bus tersebut. Karena jalur di belakang semakin padat akibat bus berhenti dan kedua pihak masih belum ada kata sepakat maka kedua Petugas kami akan bermaksud mengambil surat-surat kedua kendaraan tersebut dan hendak meminggirkan kedua kendaraan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
Setelah itu Brigadir M mengetuk pintu Bus supaya dibuka, lalu masuk ke Bus untuk meminta surat-surat kendaraan dari Pengemudi Bus Transjakarta. (kelanjutan dari kejadian diatas dapat dilihat di Youtube). Dan hal ini adalah prosedur standar saat penanganan kecelakaan lalu lintas, Polri mempunyai kewenangan mengamankan surat-surat dan kendaraan yang terlibat kecelakaan serta membawa ke Rumah Sakit bila ada korban luka-luka ataupun meninggal dunia.
Karena lalu lintas semakin padat maka Aipda K menginformasikan kepada TMC bahwa ada kejadian kecelakaan, TMC melalui Wakasat Gatur Kompol Winarno memerintahkan kepada Perwira yang bertugas di Pos penugasan (penggal jalan) tersebut untuk segera menuju lokasi dan mengecek situasi di tempat kejadian. Tidak lama kemudian Ipda Supono SH menuju lokasi kecelakaan dan membantu penanganan kejadian.
Ipda Supono SH selanjutnya menanyakan ke Pengendara sepeda motor apakah ada luka atau tidak, dijawab tidak. Lalu ditanyakan ada kerugian material atau tidak, juga dijawab tidak. Kemudian Ipda Supono SH menjelaskan kepada kedua belah pihak apabila tidak ada kerugian dari kedua belah pihak maka silakan melanjutkan perjalanan, namun apabila belum puas maka surat-surat dan kendaraan tetap disita dan selanjutnya akan dilimpahkan kepada Unit Laka Polda Metro Jaya.
Karena situasi sudah semakin lama di dalam bus dan arus lalu lintas semakin padat, kedua belah pihak mencapai titik temu dan sama-sama melanjutkan perjalanan kembali. Ipda Supono SH lalu naik ke atas bus dan menjelaskan kepada seluruh penumpang permohonan maaf apabila terpaksa harus menyita waktu dan mengganggu perjalanan serta menjelaskan bahwa masalah telah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak.
Tidak sampai disini saja, Ditlantas Polda Metro Jaya ingin mendapat keterangan yang lebih lengkap dari Pengemudi Bus Transjakarta dan Pengendara sepeda motor. Sampai berita ini dimuat Pengendara sepeda motor belum ditemukan sedangkan Pengemudi Transjakarta atas nama Bapak J sudah dipanggil dan kooperatif menemui Petugas Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Keterangan yang didapat dari Pengemudi Bus Transjakarta disebutkan bahwa ketika Bus hendak memasuki jalur Transjakarta tiba-tiba ada sepeda motor yang masuk dari arah kanan, sehingga Pengemudi Transjakarta terpaksa membelokkan kendaraan ke arah kiri untuk menghindari benturan, dimana saat itu ada sepeda motor yang nyaris terserempet. Karena kesal Pengendara Honda Supra berusaha menyalip Busway sambil berteriak-teriak ke arah Pengemudi Transjakarta sampai akhirnya dia menemui Petugas Polri yang sedang bertugas di Kawasan Semanggi tersebut.
Dengan kejadian ini Ditlantas Polda Metro Jaya :
1. Mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat yang telah memberikan informasi dan sebagai sarana introspeksi apabila ada perilaku anggota kami yang tidak dapat mengendalikan emosi seperti yang terlihat dalam cuplikan video yang beredar.
2. Kepada masyarakat perlu kami jelaskan dari fakta yang kami dapat bahwa pengendara sepeda motor tersebut menggunakan helm.
3. Titik kecelakaannya (nyaris serempetannya) belum dapat dipastikan apakah di Jalur Busway atau di Jalur Mix Traffic.
4. Pengendara sepeda motor tersebut mengaku sebagai Petugas Polri namun hingga saat ini belum bisa diklarifikasi kebenarannya.
5. Maksud Petugas kami masuk ke dalam busway adalah untuk meminta surat-surat kendaraan agar perkara kecelakaannya dapat segera diselesaikan di pinggir jalan dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Hal yang sama juga diberlakukan kepada Pengendara sepeda motor, namun hal ini urung dilakukan karena kedua belah pihak sudah mencapai kata sepakat.
6. Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya tidak melakukan penindakan dengan surat tilang kepada Pengemudi Bus Transjakarta seperti apa yang diberitakan oleh media-media nasional.
Demikian dijelaskan dengan semangat transparansi demi kebaikan bersama.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.