Saat disapa, Daeng Kebe dengan ramah menyambut. Nada suaranya pelan seolah menyimpan miris yang begitu dalam.Hingga saat ditanya kabar anaknya, pelupuk mata Daeng Kebe langsung berkaca-kaca lalu akhirnya air mata tumpah.
“Anak saya di kampung sekarang, di Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto sama neneknya,” tutur Daeng Kebe dengan nada terisak.
Dirinya kemudian bercerita ketika bersama Rahim Daeng Nompo suaminya, (30), tinggal di Kabupaten Jeneponto bekerja sebagi buruh tani. Di daerah itu, panen padi hanya satu kali setahun. Sekali panen dapat 20 karung tapi itu dibagi lagi dengan pemilik sawah dan pekerja tanam sehingga bersih yang diterima tujuh karung. Saat sudah jadi beras hanya dapat 210 liter. Jika harga beras Rp8.000 maka hanya dapat Rp 1.680.000.
“Penghasilan selama setahun itu sekitar Rp 1 jutaan sangat tidak cukup untuk membiayai keluarga olehnya saya dan suami sepakat merantau ke Makassar," ujarnya.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.