Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Perempuan Tangguh yang Jadi Pabentor di Makassar

Salviah Ika Padmasari , Jurnalis-Jum'at, 03 April 2015 |11:57 WIB
 Kisah Perempuan Tangguh yang Jadi Pabentor di Makassar
A
A
A

MAKASSAR – Pabentor atau tukang becak motor di Makassar biasanya mayoritas dilakoni kaum pria di Kota Daeng Makassar. Tapi yang ini adalah pabentor perempuan, ibu satu anak berusia 30 tahun namanya Sinar Daeng Kebe, warga urban asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Sudah tujuh tahun bermukim di Makassar, Daeng Kabe mengadu nasib namun keberuntungan akan hidup layak belum juga dicapainya.

Daeng Kabe hidup sendiri setelah suaminya memilih mengadu nasib ke tanah Papua sebagai sopir angkot. Tidak hanya jauh dari suaminya, Sinar juga harus merasakan penderitaan jauh dari anak semata wayang, Muhammad Reza Maulana (5) karena untuk sementara Ia titip ke neneknya di Kabupaten Jeneponto.

lalu penghasilan seadanya, hanya cukup untuk makan kadang membuatnya kerap merasa teriris. Tapi hidup harus tetap berlanjut, harus mencari uang meski dari profesi yang mayoritas dilakoni laki-laki.

Ditemui di pinggir Jalan Hertasning Daeng Kebe tengah mengelap bentornya sembari menunggu calon penumpang. Penampilannya terlihat bersih dan rapi, masker di wajahnya jarang dilepas agar tidak banyak menghirup udara kotor.

Dia mengaku, sempat mengecap pendidikan hingga bangku SMA. Sementara rekan pabentornya yang lain, asyik bercanda dan mendengar alunan musik dari ponselnya. Tersisa tujuh bulan lagi, Bentor atau Becak Motor itu jadi milik Daeng Kebe sepenuhnya. Pasalnya, Bentor tersebut status cicil senilai Rp 900 ribu per bulannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement