BUJUMBA – Kudeta militer yang dilakukan oleh Jenderal Godefroid Niyombare terhadap Presiden Pierre Nkurunziza pada Rabu 13 April menambah panjang sejarah konflik di negara kawasan Afrika tersebut.
Burundi bersama dengan Rwanda merupakan wilayah jajahan Jerman pada Abad ke-19 hingga meletusnya Perang Dunia II. Hingga akhirnya, Belgia mengambil alih kekuasaan setelah Perang Dunia II.
Di masa kekuasaan Belgia, Burundi meraih kemerdekaan pada 1962. Namun, pada masa itu mulai muncul konflik antaretnis antara Suku Hutu dan Tutsi yang kelak akan menjadi ajang pembantaian besar-besaran di Burundi.
Kedua suku ini pada awal kemerdekaan Burundi berupaya untuk merebut kekuasaan di negara itu, tidak jarang bentrokan antar-Suku Hutu dan Tutsi berakhir dengan korban jiwa di kedua belah pihak.