PBB pun bereaksi keras terhadap pembantaian di Burundi tersebut, PBB pun menempatkan pasukan perdamaian di Burundi dan melakukan investigasi terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di sana.
Namun, selama masa ini konflik etnis antarkedua suku terus berlangsung. Hingga akhirnya, kedua suku tersebut sepakat untuk menghentikan permusuhan pada 2000 dengan ditandatangani perjanjian damai di Arusha, Tanzania.
Kini Burundi kembali dilanda konflik. Namun, konflik yang terjadi kali ini lebih bermuatan politis dibandingkan etnis. Kudeta yang dilakukan oleh Jenderal Niyombare kali ini seakan membuka kembali catatan sejarah Burundi yang pernah dilanda konflik berdarah.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.