RIYADH – Disepakatinya perjanjian program nuklir Iran pada 14 Juli 2015 langsung menimbulkan reaksi beragam dari berbagai pihak. Jika Presiden Rusia dan Amerika Serikat (AS) menyambut baik tercapainya kesepakatan, lain halnya dengan Pemerintah Israel yang langsung bereaksi keras.
Namun, Pemerintah Arab Saudi yang menentang perundingan nuklir Iran cenderung bungkam mengenai hal ini. Disetujui kesepakatan nuklir berarti sanksi ekonomi terhadap Iran akan dicabut bila kondisi yang diajukan negara-negara Barat dipenuhi, dan Iran akan semakin leluasa menyebarkan pengaruhnya di Timur Tengah.
Seorang pejabat Arab Saudi menyatakan bahwa meskipun mereka mengakui bahwa kesepakatan nuklir dapat menghentikan Iran untuk membuat senjata nuklir, dia khawatir perjanjian itu malah akan membuat Iran menimbulkan kerusuhan di Timur Tengah. Senada dengan PM Israel Benyamin Netanyahu, dia mengatakan bahwa Iran tidak dapat dipercaya untuk menepati kesepakatan.
“Kami telah belajar sebagai tetangga Iran dalam 40 tahun terakhir bahwa niat baik hanya akan berakibat buruk,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu kepada Reuters, Rabu (15/7/2015).