Presiden AS, Barack Obama saat itu langsung menuntut perusahaan minyak tersebut, untuk membayarkan denda kepada masyarakat sekitar Teluk Meksiko yang dirugikan.
Bahkan British Petroleum terpaksa harus menjual sahamnya di Eropa untuk menutupi denda tersebut.
"Kasusnya tidak jauh beda. Karena juga melibatkan negara lain sebagai korbannya. Namun sikap yang diambil oleh Presiden AS lebih cepat dan itu yang membedakannya dengan Indonesia," simpulnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.