JAKARTA - Beberapa waktu lalu di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, untuk pertama kalinya bendera Palestina dikibarkan.
Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais mengatakan, pengibaran bendera Palestina adalah suatu langkah kemajuan, bagaimana akhirnya PBB memperhatikan Palestina.
"Pengibaran bendera Palestina di PBB memang sebuah terobosan diplomatik yang bersejarah," ujar Hanafi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).
Namun kata dia, Indonesia dan negara-negara lain tidak boleh berpuas sampai di sini saja. Pasalnya, persoalan para pengungsi Palestina di penampungan pengungsian harus diprioritaskan, agar bisa berintegrasi dengan mereka yang tinggal di negara Palestina.
"Di sisi lain, dunia termasuk Indonesia juga harus secara bersamaan dan terus-menerus meminta agar Israel, menarik diri dan menghentikan pendudukan lahan-lahan di bumi Palestina," katanya.
Setelah pengibaran ini, Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) itu, meminta kepada pemerintah Indonesia bisa segera menempatkan duta besar di Palestina.
"Indonesia harus segera menargetkan bahwa Indonesia betul-betul bisa punya perwakilan di Palestina, minimal Konjen (Konsulat Jenderal) kehormatan, seperti janji Presiden Joko Widodo di KAA (Konferensi Asia-Afrika) kemarin. Ini momentum yang tepat," tandasnya.
Sekedar informasi, kota New York menjadi momen bersejarah dengan dikibarkannya bendera Palestina di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pertama kalinya.
Upacara yang kontroversial, didukung banyak negara namun dikecam Israel dan Amerika Serikat (AS) ini, terjadi Rabu, 30 September pukul 13.16 waktu setempat di Rose Garden, sebuah taman di kompleks markas PBB.
Menurut tradisi, hanya negara anggota yang berhak mengibarkan bendera di depan Markas PBB. Namun Sidang Majelis Umum awal bulan ini memberikan suaranya mendukung Palestina dan Vatikan, dua negara pengamat di PBB, untuk turut mengibarkan bendera.
Upacara yang dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat negara, termasuk Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ini, dinyatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sebagai hari kebanggaan warga Palestina seluruh dunia dan hari penuh harapan.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.