Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petugas Ungkap Lemahnya Keamanan Bandara Mesir

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 08 November 2015 |18:15 WIB
Petugas Ungkap Lemahnya Keamanan Bandara Mesir
Keamanan di Bandara Sharm el Sheikh menjadi sorotan setelah jatuhnya pesawat penumpang Rusia. (Foto: Reuters)
A
A
A

SHARM EL SHEIKH – Jatuhnya pesawat penumpang Airbus A321 milik maskapai Rusia Metrojet Kogalymavia menimbulkan sorotan bagi keamanan bandara di Mesir, terutama Sharm el Sheikh dari mana pesawat nahas itu bertolak.

Pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak pesawat lepas landas dari Bandara Sharm el Sheikh, Mesir, pada 31 Oktober 2015. Beberapa saat setelah hilang kontak dengan menara kontrol, pesawat tersebut dilaporkan telah jatuh di wilayah Sinai Tengah dan seluruh penumpangnya dilaporkan tewas.

Diduga penyebab jatuhnya pesawat akibat bom yang diletakkan oleh kelompok militan ISIS. Jika benar penyebab jatuhnya pesawat adalah bom yang diletakkan di dalam pesawat maka hal itu merupakan kesalahan dari keamanan bandara yang lalai memperhatikan hal tersebut.

Keterangan dari petugas keamanan bandara kepada Associated Press, tersebut mengungkap lemahnya pengamanan bandara yang telah terjadi selama bertahun-tahun. Kelemahan tersebut terlihat dari mesin pemindai kunci bagasi dan jarangnya pemeriksaan di pintu bandara. Penjaga keamanan juga mengakui adanya praktek penyuapan yang dilakukan untuk melewati pemeriksaan.

“Saya tidak dapat mengatakan kepada Anda berapa kali saya menemukan tas yang penuh berisi narkoba atau senjata yang mereka biarkan lewat hanya untuk 10 Euro atau betapapun,” kata salah seorang petugas yang menolak disebutkan namanya, sebagaimana dilansir Associated Press, Minggu (8/11/2015).

Juru bicara Kementerian Penerbangan Mesir Mohamed Rahma membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa Bandara Sharm El Sheikh merupakan salah satu bandara teraman di dunia. Ditambahkan oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi bahwa 10 bulan lalu, tim yang dikirimkan oleh pejabat berwenang Inggris ke Mesir untuk menguji keamanan bandara menyatakan puas dengan hasil pemeriksaan mereka.

Departemen Transportasi Inggris menolak berkomentar mengenai klaim tersebut, namun, Menteri Transportasi Inggris Patrick McLoughlin mengatakan pemeriksaan bagasi di bandara sangat tidak memuaskan.

Akibat keraguan mengenai keamanan tersebut, Inggris, Irlandia, dan Rusia telah menghentikan penerbangan ke Sharm el Sheikh dan Mesir, setidaknya hingga penyebab jatuhnya pesawat diketahui.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement