Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Yaman-Houti Setuju Gencatan Senjata Selama Seminggu

Silviana Dharma , Jurnalis-Selasa, 15 Desember 2015 |15:37 WIB
Yaman-Houti Setuju Gencatan Senjata Selama Seminggu
Koalisi Saudi tuntut pemberontak patuhi gencatan senjata. (Foto: BBC)
A
A
A

SANA’A – Pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak Houthi dijadwalkan melakukan gencatan senjata mulai malam ini, Selasa (15/12/2015) pukul 21.00 GMT sampai Senin, 21 Desember 2015.

Gencatan senjata ini merupakan hasil perundingan damai yang dimediasi PBB di Jenewa Swiss beberapa bulan yang lalu.

Terkait gencatan senjata ini, Pemerintah Arab Saudi menyatakan, tidak akan segan-segan menindak pemberontak yang melanggar kesepakatan tersebut.

Dilansir BBC, Selasa (15/12/2015), gencatan senjata ini diberlakukan setelah komandan militer Saudi dan seorang perwira Emirat dilaporkan telah tewas bersama dengan sejumlah militer Teluk Arab, Yaman dan Sudan kemarin, Senin, 14 Desember 2015. Diduga mereka terbunuh oleh rudal yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi di Provinsi Taiz.

Seperti diketahui, konflik Yaman dan pemberontak telah bergulir sejak Arab Spring pada 2010. Bermula dari ketidakpuasan warga Timur Tengah atas pemerintahan di Arab yang bersifat diktator. Negara-negara Arab pun berlomba-lomba menggulingkan presiden mereka.

Di Yaman, masyararakat protes di jalan, menuntut Presiden Yaman saat itu, Ali Abdullah Saleh untuk mundur dari jabatannya. Protes-protes yang terjadi menimbulkan banyak korban jiwa, yakni mencapai 2.000 orang lebih.

Sebulan kemudian, Presiden Abdullah turun, digantikan Wakilnya, Abd Rabbo Mansour Hadi. Penunjukan Hadi sebagai Presiden Yaman langsung mendapat reaksi keras dari AQAP yang menuduhnya antek Amerika Serikat (AS).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement