Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertempuran Aru: Reaksi PBB & Media Internasional

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 15 Januari 2016 |17:07 WIB
Pertempuran Aru: Reaksi PBB & Media Internasional
Ilustrasi Pertempuran Laut Aru (Foto: Caption YouTube)
A
A
A

SEMENJAK Perang Dunia II usai, perseteruan Belanda-Indonesia jadi salah satu isu yang paling disoroti dunia. Kendati revolusi fisik (1945-1949) telah rampung pasca pengakuan kedaulatan Belanda pada 27 Desember 1949, friksi dua negara ini tak serta-merta menemui titik akhir.

Persoalannya terletak pada keras hatinya Presiden RI, Ir. Soekarno terkait status Irian Barat yang sejak 1949 sampai 1962, masih di tangan Belanda. Pertempuran laut di Arafuru (Aru) pun sempat terjadi.

Wakil Panglima Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI, kini TNI AL), Komodor Yosaphat “Yos” Sudarso turut jadi korban, tatkala Kapal Perusak “Evertsen” Belanda menenggelamkan KRI Matjan Tutul pada 15 Januari 54 tahun silam (1962).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Media-media asing pun tak ketinggalan menyoriti insiden tersebut yang sempat mencuatkan tuduhan dari Belanda, disusul bantahan Kepala Staf KOTI (Komando Tertinggi) Mayjen Ahmad Yani, soal tudingan Indonesia ingin menginvasi Irian Barat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement