Pada 3 Maret 1945, pasukan AS menguasai tiga lapangan udara di pulau itu. Jepang semakin terdesak dan pada 26 Maret, pasukan pembela Jepang terakhir di Iwo Jima dipukul mundur.
Setelah pertempuran di Iwo Jima berakhir, ia bergabung dalam persekutuan pendudukan Jepang, yang berbasis di Nagasaki sebelum AS menjatuhkan dua bom atom yang memaksa Jepang menyerah dalam Perang Dunia II.
Perang usai, dan pria kelahiran Pasadena, California itupun kembali ke kampung halamannya di Southern California. Ia menikah dengan Marvel 64 tahun yang lalu dan kini telah dikarunai empat orang anak, tujuh cucu dan 13 cicit.
Mereka pindah ke Bonanza pada 1980-an dan sekarang menetap di Springfield sejak 2002 agar lebih dekat dengan beberapa cucu mereka.
Hingga di usia senjanya, kakek pejuang 1945 itu mengaku benar-benar beruntung bisa menjadi saksi hidup atas perang yang memakan banyak korban jiwa tersebut.
“Terkadang, saya melihat ke belakang dan berpikir betapa beruntungnya saya masih hidup hingga saat ini. Saya mungkin adalah salah satu orang yang paling beruntung di dunia. Saya juga menjalani hidup yang menyenangkan,” kata dia.
(Silviana Dharma)