Ketika kabar itu pertama kalinya terkuak ke publik, ia membantah istrinya memiliki perusahaan fiktif di luar negeri dan melalukan pelanggaran fiskal apapun.
Mendengar dirinya kemungkinan terjerat kasus penggelapan pajak dan upaya pencucian uang, massa segera menggerumuti Ibu Kota dan meminta sang PM diturunkan dari jabatannya.
Massa yang marah melempari gedung pemerintah dengan yoghurt dan telur, menabuh genderang dan menggebuk-gebukkan panci serta wajan. Desakan menjelang pemilu ini, akhirnya membuat Gunnlaaugsson patah arang, mengakui kesalahannya dan mundur. Meninggalkan nasibnya kini berada di tangan parlemen.
(Silviana Dharma)