Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tersangkut di Panama Papers, PPP Minta Ketua BPK Mundur

Gunawan Wibisono , Jurnalis-Jum'at, 15 April 2016 |13:48 WIB
Tersangkut di Panama Papers, PPP Minta Ketua BPK Mundur
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah nama tokoh, pengusaha dan pejabat negara diduga tersangkut dalam dokumen finansial Panama Papers, termasuk Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifullah Tamliha mengeluhkan kasus tersebut. Oleh karenanya, dia mengaku sebaiknya Harry Azhar segera mundur dari jabatannya.

(Baca Juga: Tersangkut di Panama Papers, Ketua BPK Ngaku Dibela Jokowi)

"Ya ini kan bersifat sangat rahasia itu disebutkan untuk melindungi mereka-mereka yang mendapat pengampunan pajak itu. Dan kalau (Harry Azhar) ya kalau itu benar sebaiknya mundur. Kalau nama saya ada di situ juga mundur," ujar Syaifullah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/9/2016).

Alasan anggota Komisi I DPR mendesak Harry Azhar tersebut mundur karena, BPK adalah notabenenya lembaga yang mengaudit uang negara. Namun sikap Harry Azhar malah tidak mencerminkan seorang pejabat negara.

Terlebih, Harry tidak rutin melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

"Dia kan sebagai orang yang mengaudit uang negara, masa dia sendiri memiliki rekening yang tidak dilaporkan dalam LHKPN," katanya.

(Baca Juga: Kepala BPK Siap Diperiksa soal Panama Papers)

Sekadar informasi, berdasarkan dokumen finansial Panama Papers, Sheng Yue International Limited diduga adalah perusahaan milik Harry Azhar Aziz. Perusahaan itu di yuridiksi bertujuan menghindari pembayaran pajak kepada negara.

Ratusan perusahaan tercantum dalam Panama Papers. Bocoran dokumen finansial berskala luar biasa tersebut juga menyebut nama-nama kepala negara, baik yang masih menjabat maupun yang sudah lengser, serta politikus dan pengusaha besar dunia, termasuk dari Indonesia. Mereka semua terkait dengan berbagai perusahaan gelap yang sengaja didirikan di wilayah-wilayah bebas pajak (tax havens).

Ada daftar sekitar 15.600 perusahaan papan nama (paper companies) yang dibuatkan bank untuk klien mereka yang ingin keuangan mereka tersembunyi. Dokumen ini diketahui berasal dari sebuah firma hukum kecil tapi amat berpengaruh di Panama yang bernama Mossack Fonseca. Firma ini memiliki kantor cabang di Hong Kong, Zurich, Miami, dan 35 kota lain di seluruh dunia.

Firma ini adalah salah satu pembuat perusahaan cangkang (shell companies) terbaik di dunia. Perusahaan cangkang adalah sebuah struktur korporasi yang bisa digunakan untuk menyembunyikan kepemilikan aset perusahaan. Total ada 214.488 nama perusahaanoffshore di dokumen yang bocor ini. Ratusan ribu perusahaan itu terhubung dengan orang-orang dari 200 negara.

Data ini mencakup e-mail, tabel keuangan, paspor, dan catatan pendirian perusahaan yang mengungkapkan identitas rahasia dari pemilik akun bank dan perusahaan di 21 wilayah/yurisdiksi offshore, mulai Nevada, Singapura, hingga British Virgin Islands.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement