Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kompor Penjual Sate Meledak, 17 Rumah Dilalap Api

Erie Prasetyo , Jurnalis-Senin, 25 April 2016 |20:03 WIB
Kompor Penjual Sate Meledak, 17 Rumah Dilalap Api
Ilustrasi (dok.Okezone)
A
A
A

MEDAN - Sedikitnya 17 rumah semi permanen yang berada di Jalan Irian Barat/Pasar Hitam, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, ludes dilalap si jago merah, Senin (25/4/2016).

Menurut informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, penyebab kebakaran diduga karena salah seorang pemilik rumah sedang yang berprofesi sebagai penjual sate bernama Devi dan suaminya yang disapa Isap, diduga sedang memasak sate dengan menggunakan gas elpiji 3 kg.

Karena tidak memperhatikan kondisi tabung gas masakannya, tiba-tiba meledak dan menghaguskan seluruh rumah. "Asal api dari rumah si Devi bang. Gara-gara tabung gas meledak. Dia sedang masak sate," terang Salah seorang warga sekitar, Paino (35) saat ditemui di lokasi kebakaran.

Senada juga disampaikan Lan (43) dan abangnya, Junaidi (54) warga yang rumahnya ikut ludes dilalap api. Menurutnya, ia mengetahui asal asap keluar dari rumah sang tukang sate, hingga membuat dirinya berlari keluar rumah dan langsung menyuruh keluarganya keluar rumah, lantaran api cepat merambat ke rumah lainnya.

"Pas kejadian, saya lagi dirumah adik. Kulihat udah banyak asap yang berasal dari rumah tukang sate. Saya langsung keluar rumah. Rupanya di luar sudah rame dan tetangga lain sudah teriak-teriak, karena api sudah membesar," ungkap Lan, yang mengaku berprofesi sebagai sekuriti di kantor Desa Sampali ini.

Mendapat laporan adanya rumah penduduk dilalap api, petugas pemadam kebakaran dan personel Polsek Percut Sei Tuan, langsung turun ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Sementara, para korban yang rumahnya kebakaran dibantu dengan warga sekitar, bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya.

Tak lama, sebanyak 6 unit mobil pemadam dari Dinas Pemadam Kota Medan dan Deli Serdang diturunkan, guna memadamkan titik-titik api yang masih banyak berkobar. Terlihat, petugas pemadam kesulitan memasuki areal pemukiman warga yang rumahnya dilalap api. Pasalnya, kerumunan warga membeludak, ditambah akses ke rumah warga sulit dijangkau pemadam.

Namun, sekira 2 jam lebih, petugas baru berhasil membersihkan titik api yang masih membakar dinding-dinding rumah warga yang dominan terbuat dari bahan kayu. Beruntung dalam insiden tersebut, tak menelan korban jiwa. Namun dari diprediksi, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara, Hadi Suarso atau yang disapa Ipo, selaku Kepala Dusun 11, menuturkan, pihaknya sementara sudah mendata sekitar 17 KK (Kepala Keluarga) yang rumahnya hangus terbakar.

"Data sementara, ada 17 KK yang rumahnya terbakar. Para korban yakni, Leni, Nazar, Muslim, Nasrun, Ucok, Syafrizal, Abri, Asep, Joko, Depi, Nurhayati, Anto, Asrul Edi (Tukang Kaca), Lan dan abangnya, Junaidi. Dan nantinya kalau sudah semuanya di data, akan kita kumpulkan ke kantor Desa," ujar pak Ipo.

Ditambahkannya lagi, kalau dugaan sementara, api berasal dari rumah, Devi sang penjual sate. Selain menghanguskan sedikitnya 17 rumah, api juga banyak menghanguskan harta benda korban yang tak bisa terselamatkan.

"Dugaan sementara api dari rumah penjual sate, tapi saat kebakaran, pemiliknya keluar sebentar katanya. Banyak harta benda warga yang tak bisa diselamatkan. Salah satunya, satu unit kreta milik Nasrun, yang ikut terbakar," pungkas Ipo.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement