Share

Korban Air Terjun Dua Warna Banjir Doa di Sosmed

Erie Prasetyo, Okezone · Senin 16 Mei 2016 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 16 340 1390031 korban-air-terjun-dua-warna-banjir-doa-di-sosmed-atuJsW3CsH.jpg Banjir Bandang di Air Terjun Dua Warna (Foto: Ilustrasi)

DELISERDANG - Bencana banjir bandang yang menelan korban jiwa hingga 17 orang di lokasi wisata Air Terjun Dua Warna menyisakan duka banyak kalangan. Termasuk para netizen yang turut memberikan doa di sosial media (Sosmed).  

Salah satunya yakni akun dengan nama Shelingo Frazenza yang memberikan doa di Facebook. "Innalilahi wa innalillahi rojiun. Pray of banjir bandang di kawasan Air Terjun Dwi Warna (Dua Warna)," tulis Shelingo Frazenza di Facebook.

"SAR: 17 mahasiswa ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin," imbuhnya.

Sementara, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Umsu) juga turut memberikan doa kepada tiga rekannya yang ditemukan tewas.

(Baca juga: Polisi Kumpulkan Data Ante Mortem Keluarga Korban)

"Saya sebagai mahasiswa Fisip Umsu turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas kejadian yang menimpa sahabat sahabat kita di kawasan bumper Sibolangit, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan bagi sahabat sahabat yang telah mendahului kami, semoga ditempatkan ditempat yang sebaik-baiknya. Amiiin....," tulis akun bernama Anugra Pratama Siregar di Facebook.

Sementara seorang mahasiswa Umsu lainnya memberikan dukungan kepada Tim gabungan polisi dan Basarnas untuk menemukan semua korban banjir bandang.

"Semoga semua korban bisa ditemukan. Semangat terus untuk bapak polisi dan Basarnas yang masih terus mencari korban," tulis Wirta Rezky pada status Blackberry Messenger.



Menurut data yang diterima dari Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), hingga saat ini Tim gabungan Polri dan Basarnas sudah menemukan 17 korban meninggal dunia dan masih mencari empat korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna yang belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini