“Kita setara. (Persoalan pengungsi adalah) dua bagian yang menentukan Austria. Bersama-sama kita akan membentuk Austria yang indah ini,” kata ekonom berusia 72 tahun tersebut.
Van der Bellen juga mendapat dukungan politis dari kubu Pro-Uni Eropa di Austria. Kelompok ini mendukung kebijakan imigrasi yang manusiawi dan intinya bertentangan sekali dengan kebijakan yang dicanangkan partai kanan.
Dengan demikian, Van der Bellen akan menggantikan Presiden Heinz Fischer dari Partai Demokrat Sosial, yang menjabat sejak 8 Juli 2004.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.