Image

Jelang Vonis, Nazaruddin Zikir di Ruang Sidang

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Kamis, 9 Juni 2016 - 14:21 WIB
M. Nazaruddin (Foto: Feri Agus/Okezone) M. Nazaruddin (Foto: Feri Agus/Okezone)

JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin bakal segera menghadapi vonis hakim. Naza‎ruddin menjadi terdakwa kasus penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU)‎.

Pantauan Okezone, Nazaruddin sudah tiba di Ruang Sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sekira pukul 13.45 WIB, Kamis (9/6/2016). Dia memilih langsung duduk di bangku pengunjung.

Tak banyak kata yang keluar dari mulut suami Neneng Sri Wahyuni itu. Dia yang mengenakan kemeja putih lengan panjang lebih banyak tertunduk sembari memegang perutnya. Nazaruddin tampak lesu.

Nazaruddin enggan menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari awak media. Dia tak menggubris dan memilih berzikir sembari memutar-mutar biji tasbih yang dipegang tangan kanannya.

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Nazaruddin tujuh tahun‎ penjara dan denda Rp1 miliar subsidair satu tahun kurungan. Selain itu, Jaksa juga menuntut agar harta kekayaannya sekira Rp600 miliar dirampas untuk negara.

Nazaruddin dinilai terbukti menerima hadiah atau gratifikasi dari proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Jakabaring, Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan. Dia juga dianggap terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Nazaruddin dinilai melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Nazaruddin juga dinilai melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Lalu Nazaruddin dianggap juga melanggar Pasal 3 ayat (1) huruf a, c dan e Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25 Tahun 2003 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(sus)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming