Selain merazia telur tidak layak konsumsi, pihaknya juga sempat mengambil beberapa sampel mie glosor dan tahu yang diduga dibuat menggunakan bahan pengawet formalin.
"Mie glosor ini kan terbuat dari bahan dasar ubi. Semestinya mienya putus-putus. Tapi ini mienya terlalu fleksibel. Makanya mienya kami ambil buat sampel untuk nanti di teliti," tegasnya.
Sebelumnya, petugas Disperindag Kota Bogor juga sempat mengamankan 3.000 telur rebus busuk dari dua orang kurir di Pasar Lawang Saketeng, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 8 Juni 2016 kemarin.
Dari pengakuan kurir tersebut, telur-telur busuk itu akan disuplai ke para pedagang makanan seperti untuk bahan somay, bakso hingga telur balado.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.