WASHINGTON – Pada hari ini, Kamis (23/6/2016), warga Inggris akan menentukan sikap untuk tetap bergabung atau meninggalkan Uni Eropa (UE). Pengambilan suara pun dilakukan melalui referendum Brexit, yang posnya akan dibuka dari pukul 07.00 sampai 22.00 waktu Inggris.
Namun begitu, yang menunggu hasil dari referendum ini ternyata tidak hanya segenap warga Britania Raya dan Benua Biru saja. Akan tetapi, legislatif Amerika Serikat juga ikut deg-degan menunggu hasilnya, yang akan diumumkan besok, Jumat 24 Juni 2016.
Pemerintahan Presiden Barack Obama sendiri sejak awal menegaskan harapannya, Inggris tetap bertahan di UE. Lobi-lobi politik pun gencar dilakukan selama beberapa bulan terakhir tahun ini untuk memastikan harapan itu terwujud. Termasuk mengunjungi Downing Street dan keluarga Kerajaan Inggris.
“Menurut kami, Inggris akan lebih kuat jika tetap di UE. Tapi, kami harus melihat hasilnya nanti. Kami sudah sangat jelas mengungkapkan pandangan presiden soal keuntungan bagi AS jika Inggris tetap menjadi anggota UE yang kuat,” ujar juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, disitat Telegraph, Kamis (23/6/2016).
Namun begitu, Earnest menjelaskan terlepas dari apa pun pandangan presiden dan harapan pemerintah AS terkait hal ini. Keputusan terakhir tetap berada di tangan rakyat Inggris sepenuhnya.