BOGOR - Jika Anda pecinta olahraga ekstrim terutama yang berhubungan dengan ketinggian mungkin sudah tidak asing lagi dengan beberapa jenis kegiatan yang memacu adrenalin seperti Rock Climbing, Gantole, Paragliding dan Sky Diving.
Namun, pernahkan Anda mendengar ataupun mencoba jenis olahraga Tree climbing? Ya, mungkin untuk sebagian orang olahraga memanjat pohon ini terdengar asing. Bahkan, tidak sedikit orang tertawa dan memandang sebelah mata ketika mendengar olahraga tersebut.
Olahraga memanjat pohon memang tergolong baru. Tetapi di luar negeri jenis olahraga ini sudah didirikan dengan nama Tree Climbing International (TCI) pada tahun 1983, Atlanta, Amerika oleh Peter 'Treeman' Jenkins yang juga seorang pemanjat tebing.
Agar semua orang cinta olahraga panjat pohon, ia pun berinisiatif untuk membuka sekolah pertama di dunia tentang panjat pohon (Tree Cilmbing School). Sampai sekarang dia dikenal sebagai bapak panjat pohon sedunia.
Di Indonesia sendiri, olahraga panjat pohon ini pertama kali didirikan oleh sekelompok pemuda pecinta alam berjumlah 8 orang pada tahun 2007 silam dengan nama Tree Climbing Indonesia (TCI) yang berpusat di Kota Bogor, Jawa barat.
"Awalnya kita semua teman sesama pecinta alam. Dulu saya punya ilmu panjat pohon Rimpala (organinasi pencita alam) Fakultas Kehutanan IPB. Tujuannya memperkenalkan dan lebih mamahami tentang pohon," kata Ketua TCI, Ahdi Muhtadin, Rabu (31/8/2016).
Sebagai organisasi yang mengembangkan kegiatan di atas pohon, dengan berbekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dengan penguasaan metode dan teknik pemanjatan pohon ada empat kegiatan utama dari panjat pohon yaitu Sport, Scince, Art of Life dan Adventure.
Sebagai sebuah Sport, Tree Climbing dapat melatih otot-otot tangan, kaki dan perut. Selain baik juga sebagai pernafasan tubuh. Adventure dari canopy trail membutuhkan keberanian tinggi untuk melakukannya, dimana taruhan dari teknik ini adalah jiwa kita, sehingga tidak semua orang dapat dan untuk melakukannya perlu mengusai beberapa teknik dalam panjat pohon.
Fungsi science, ini sangat bagus untuk mendukung kelestarian hutan, dimana kita dapat mengetahui dunia canopy yang merupakan tempat awal mulanya perkembangan biakan sebuah pohon. Tree Climbing dapat mempermudah pengunduhan biji, pembuatan herbarium, pengukuran fotosintesis, inventarisaai satwa liar, dan lain-lain.