Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Orang di Yaman Protes Serangan Udara Arab Saudi

Silviana Dharma , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2016 |02:45 WIB
Ribuan Orang di Yaman Protes Serangan Udara Arab Saudi
Ilustrasi. Demonstran di Yaman. (Foto: Reuters)
A
A
A

SANA’A – Kantor PBB di Sana’a, Ibu Kota Yaman dipadati ribuan warga Yaman pada Minggu 9 Oktober. Para demonstran menuntut lembaga perdamaian dunia itu untuk menyelidiki kasus serangan udara yang menewaskan lebih dari 140 orang di pemakaman Sana’a.

Sedikitnya 525 orang juga menderita luka-luka akibat serangan udara yang diyakini merupakan konflik panjang antara pasukan koalisi antiteroris Arab Saudi dan kelompok garis keras Houthi di Yaman. Serangan yang terjadi pada Sabtu 8 Oktober tersebut disebut-sebut sebagai yang paling mematikan sepanjang sejarah perang sipil di Yaman.

Diwartakan ITV, Senin (10/10/2016), para demonstran sendiri menyalahkan koalisi Saudi atas jatuhnya rudal pabrikan Amerika Serikat, Mark 82 itu ke atas negaranya. Selain itu, PBB juga disalahkan lantaran dianggap telah gagal mengakhiri konflik di Yaman.

“Bergemingnya PBB dan komunitas internasional adalah mesiu dari para pembunuh. Meski begitu, kami yakin para pembunuh itu tidak akan lolos dari pengadilan ilahi,” pungkas juru bicara Houthi, Mohammed Abdul-Salam.

Pemberontak Houthi yang didukung Iran menyerbu Sanaa pada September 2014 dan menguasai sejumlah wilayah di Yaman, membuat pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi terpaksa harus melarikan diri dari Ibu Kota. Selama ini, Houthi pun terus melancarkan gempuran ke arah pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.

Lebih dari 6.700 orang, sebagian besar warga sipil, tewas di Yaman sejak koalisi mengintervensi untuk mendukung Hadi pada Maret tahun lalu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serangan udara ke pemakaman di Sana’a jelas menambah jumlah korban konflik ini.

Dalam keterangan resminya, Pemerintah Arab Saudi sebagai koalisi yang mendukung legitimasi pemerintahan petahana di Yaman, turut berduka atas kasus pengeboman tersebut. Mereka juga menegaskan, kalau pasukannya telah mendapat arahan yang jelas untuk tidak menyasar kawasan penduduk dan menghindari serangan udara yang dapat menewaskan warga sipil.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement