Begini Modus Dokter Gadungan Ngaku Mayjen TNI Kelabui Korban

Ade Putra, Okezone · Sabtu 22 Oktober 2016 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 22 340 1521942 begini-modus-dokter-gadungan-ngaku-mayjen-tni-kelabui-korban-X9da1MHAWJ.jpg Zunaidi yang diduga dokter gadungan mengaku berpangkat mayjen (Ade/Okezone)

PONTIANAK - Anggota Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam XII Tanjungpura menangkap Zunaidi (42), karena diduga menipu pasien dengan mengaku sebagai dokter TNI. Pria asal Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu pun membeberkan aksinya.

Zunaidi sebenarnya hanya lulusan SMP. Tapi, ia nekat mengaku sebagai jenderal bintang dua alias mayor jenderal dan dokter dari Mabes TNI Angkatan Darat. Warga pun percaya lalu banyak yang berobat kepadanya.

Pelaku ditangkap di Puskesmas Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Jumat pada 21 Oktober 2016. Kemudian dibawa ke Markas Denintel Kodam Tanjungpura untuk diinterogasi.

Zunaidi mengaku, pasien yang berobat kepadanya berasal dari berbagai kalangan, baik masyarakat bisa, PNS bahkan TNI dan Polri juga ada.

"Harga bervariasi. Paling tinggi, pasien dibebankan biaya Rp3 juta. Itupun, tergantung penyakit," kata Zunaidi sambil tertunduk di Mako Denintel Kodam XII Tanjungpura, Sabtu (22/10/2016).

Ia mengaku, awalnya hanya berkerja sebagai peracik obat tradisional warisan keluarganya. Namun, karena pendapatannya tidak besar, ia pun beralih peran dengan mengaku sebagai seorang dokter dari Mabes TNI AD.

"Pasien saya selain dari Kota Pontianak dan Kubu Raya, juga dari kabupaten lain seperti Bengkayang dan Sintang. Dalam setiap pengobatan banyak pasien yang datang ke rumah atau sebaliknya," kata Zunaidi.

Untuk mendapatkan obat-obatan dari apotek, Zunaidi mengaku menggunakan resep dokter. Resep tersebut, diperbaharui dengan menggunakan foto kopi yang kemudian diberikan pada pasien.

Postur tubuh Zunaidi yang tinggi besar memang cukup meyakinkan korban. Setiap melayani pasiennya, pelaku menggunakan celana dinas TNI AD serta atribut kedokteran.

"Jika sepi pasien, dalam satu bulan biasa dapat Rp5 juta, kalau ramai pasien dan kontinu bisa dapat Rp10 sampai 15 juta rupiah per bulan," ungkapnya.

Uang hasil pengobatan ini, kata Zunaidi, dipergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Sebab, istrinya hanya berdagang kecil-kecilan. Dalam setiap pengobatan, ada yang berhasil dan ada yang tidak. Kebanyakan pasien komplain, karena terapinya terlalu lama dan tidak kunjung sembuh.

Salah satu korbannya, Ade M Yusuf. Ia mengaku, mengenal Zunaidi melalui salah satu temannya yang terlebih dahulu sudah berobat dengan Zunaidi. Meski teman Ade sudah berobat selama tiga tahun, namun tidak membuahkan hasil, ia masih percaya.

"Selama setahun saya berobat untuk istri saya, sama sekali tidak ada perubahan. Namun masih saja Zunaidi datang ke rumah lengkap dengan atribut kedokteran dan mengaku sebagai dokter spesialis semua penyakit," kata dia.

Hingga akhirnya Ade sadar dan ia pun berusaha mencari tahu tentang dokter gadungan itu sampai ke Mabes TNI AD.

"Namun nama yang bersangkutan tidak ada di Mabes. Makanya saya laporkan dia, karena selama pengobatan berjalan satu tahun ini saya telah habis uang hingga Rp15 juta. Belum lagi korban lainnya," beber Ade.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini